Connect with us

TELEGRAFI

Tritura 2024 Dari, Oleh dan Untuk Capres 8 RI

Mantan Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga adalah mantan Ketua Umum Partai Demokrat saat berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam suatu acara Partai Demokrat. INSTAGRAM
Mantan Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga adalah mantan Ketua Umum Partai Demokrat saat berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam suatu acara Partai Demokrat. INSTAGRAM

Telegrafi – Trending topik nasional yang mengalahkan berita kudeta Myanmar dan masa jabatan ketiga Presiden Vietnam adalah isu kudeta terhadap Partai Demokrat yang diungkap oleh Ketum AHY, yang terakhir berpangkat Mayor, dan mengarahkan tudingan pada mantan Panglima TNI Jenderal bintang 4 Muldoko.

Saya teringat pada sejarah kudeta di Laos yang dilakukan oleh Jenderal Phomu Nousavan pada hari Natal 25 Desember 1959, yang akan dikalahkan oleh Kapten Kong Le pada 10 Agustus 1960. Kong Le lahir 6 Maret 1934 wafat 17 Januari 2014. Kapten Kong Le ini unik karena hanya level Wakil Komandan Batalyon, tapi berkencan dengan jenderal, pangeran dan politisi Laos yang saling berintrik.

Kong Le terlibat aktif dan sempat tinggal di Indonesia 1960-an pasca G30S dan meninjau Pusdiklat Bandung. Kong Le bermain zigzag antara AB Laos yang didukung CIA melawan Pathet Lao (partai komunis Laos) dalam segitiga dengan pangeran kerajaan. Ia lolos dari kemelut meninggalkan Laos dan Indonesia 1967 ke Hongkog lalu ke AS dan wafat di Paris 2014.

Secara absurd, Kong Le pernah mempromosikan diri sendiri sebagai mayor jenderal pada 1962, tapi tidak efektif mengubah realitas kemunduran pasukan anti komunis dan netral dihadapkan pada ofensif masif arus anti imperalis AS waktu itu.

Jenderal Kong Le jadi both side cover majalah Time edisi 26 Juni 1964

Berikut ini daftar elite oligarki Laos selama 75 tahun sejak 1945

  1. Phetsarath Ratanavongsa 1890-1959; 2/8/1941-1-/10/1945

  2. Phaya Khammao (1911-984) 1210/1945-23/4/1946

  3. Kindavong 1900-951; 23/4/1946 -15/5/1947

  4. Pangeran Souvannarat 15/3/1947 – 25/3/1948

  5. Pangeran Boun Oum25/3/948-24/2/950

  6. Phoui Sananikone 24/2/1950-15/10/1951;17/8/58-31/12/59

  7. Sisavang Vatthana 15/10/191-21/11/1951

  8. Souvanna Phomma (1901-1984)21/11/51-25/10/54; 21/3/56-17/8/58;31.12.59

  9. Katay Don Sasorih 25/10/54-21/3/56

  10. Jenderal Sounthone Pathammavong 1911-1985; 31/1/59-7/1/60

  11. Kou Abhay 1892-1964; 7/1/60-3/6/60

  12. Somsanith Vongkotrattana 1913-1975; 3/6/60 – 15/8/60 SP 30/8/60-13/12/60

  13. Quinim Pholsena 1915-1963 11/12/60-13/12/60 2 hari plt Boun Oum (2) 13/1260/23/6//62

Souvanna Phomma adalah PM terlama, karena 4 kali tidak berurutan menjadi PM Laos dan hanya ditandingi oleh penggantinya dari rezim baru Laos sejak kerajaan Laos diubah jadi Republik Rakyat Demokratik Laos pada 2 Desember 1975 oleh Kasyone Phomvihane yang berkuasa selama 18 tahun 250 hari.

  1. PM Kaysone Phomvihane (1920-1992) 8/12/1975 -16/8/1991- 18 tahun 250 hari

  2. Khamtai Siphandon (1924) 15/8/1991-16/2/1998, 6 tahun 193 hari

  3. Sisavath Kaobonphanh (1928-2020) 16/621998 – 27/3/2001

  4. Nounnhang VOrachith (1937) 27/3/2001-8/6/2006

  5. Bouasone Bophavanh (1954) 8/6/2006 – 23/12/2010

  6. Thongsing Thammavong (1944) 20/4/2010-20/4/2016

  7. Thongloun Sisoulith (1945) 20/4/2016 –

Kisah Kong Le muncul karena heboh kepangkatan AHY dan Muldoko. Padahal, ya memang hukum dan nilai berbeda. Di AS jenderal menghormati supremasi sipil, dan Jenderal Eisenhower adalah jenderal pensiun yang menang Pilpres 1952. Kennedy sendiri sudah pensiun dari letnan Angkatan Laut waktu jadi capres dan sudah sampai jenjang Senator.

Riwayat Kong Le memang unik, karena hanya berpangkat kapten tapi mengorbit di lingkungan jenderal, pangeran, bahkan bisa konek ke Presiden Sukarno dan Presiden Kennedy, yang menyetujui bantuan militer ke Laos pada 10 April 1963. Setelah situasi Indochina memburuk Kong Le terbang ke Jakarta April 1965 dan pada 21 Aug 1965 sebuah Hercules C-130 mendarat dengan 7 ton perbekalan militer.

Tapi batalyon mulai tidak loyal karena korupsi dan kualitas Kong Le tidak sedahsyat citranya. Pada 17 Oktober 1966 dia kabur dari Laos dan menetap di Indonesia, tapi suasana anti komunis memaksa Kong Le hijrah dari Indonesia Maret 1967. Setelah seluruh Indochina jadi komunis, Kong Le melanglangbuana ke RRT, Paris bahkan AS dan akhirnya bermukim di Paris dengan usia mencapai 80 tahun.

Balik ke situasi 2021, polemik kudeta partai oleh Jenderal Muldoko yang dituduhkan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Ketum Partai Demokrat. Tidak perlu mengungkit pangkat militer, sebab dalam, kontestasi liberal, berlaku supremasi sipil. Anda jadi capres karena anda negarawan calon presiden, bukan karena jalur hirarki militer. AHY menggunakan perang medsos, yak arena itulah jalur yang bisa dimanfaatkan oleh capres dari partai manapun menghadapi situasi cyber war yang membutuhkan perang argumentative dan authoritative.

Sebetulnya AHY bisa membebaskan diri dari “bayangan” ayahanda atau kakeknda dan melakukan trobosan. Seandainya saya tim sukses AHY, maka saya akan melakukan akrobatik kombinasi Kong Le, Eisenhower, Sukarno, Kennedy 3 in 1. Lho kok bisa, seperti apa?

Deklarasi Tritura 2024 dari, oleh dan untuk Capres ke-8 (siapa saja boleh tidak hanya AHY)

Setelah mempelajari sejarah geopolitik Indonesia selama 75 tahun usia merdeka, maka selaku Capres ke-8 saya mendeklarasikan Manifesto Capres 8 sebagai program saya sebagai Presiden RI penerus Presiden 1-7 dengan Tritura 2021 sebagai berikut:

  1. Memimpin diplomasi strategik Indonesia yang mengutamakan kepentingan Indonesia bebas dari kekurangan diplomasi payungan dan kegagalan diplomasi Nobel masa lalu dengan diplomasi juru damai Timur Tengah, mengoreksi latah “Lebih Timteng dari Timteng ”, dan lebih berperan pro aktif dalam menuntaskan prakarsa Abraham Accord menciptakan dunia yang damai dari konflik peradaban (Samuel Hutington) dengan momentum era pasca pandemic.

  2. Memanfaatkan leveraging diplomasi ekonomi dalam mendayung diantara dua karang BRI dan Indopac secara optimal untuk kepentingan Indonesia dalam leveraging multilateral Jakarta Beijing Washington Moskow, New Delhi agar perairan Nusantara (Laut Tiongkok Selatan) menjadi rest area dari tol Poros Maritim Dunia yang bersimpangan dengan BRI (Belt and Road Initiative) dan Indopac.

  3. Melobby corporate global yang memparkir dana di ACU Singapura senilai US$ 1,4 triliun untuk menginvestasikan dana tersebut dalam system SWF (IFA) Indonesia. Menurut tabel MAS https://eservices.mas.gov.sg/statistics/msb-xml/Report.aspx?tableSetID=I&tableID=I.13 nilai asset ACU pada Desember 2020 mencapai US$ 1.461.359

Selamat sukses mas Agus (AHY) menjadikan trending topik kudeta partai. Ini menjadi terobosan maverick unik “kopassus politik” dalam mengatasi kebuntuan kontestasi kualitas ide kelas negarawan dari seorang capres dan sekadar politicking dari “banyak yang berambisi nyapres” tanpa bobot negarawan yang mumpuni.

Salam komando dari mitra seperjuangan Kakekanda Jenderal Sarwo Edhie Wibowo yang 55 tahun lalu meluncurkan Tritura 10 Januari 966.


Christianto Wibisono

Oleh: Christianto Wibisono, Ketua Pendiri PDBI, Penulis buku Kencan dengan Karma (KdK 2019) dan Kencan Dinasti Menteng (KDM 2021)


 

Advertisement
2 Comments

Artikel Populer

close